Penting Untuk Trader
Saturday, 1 April 2017
Sunday, 16 October 2016
Saturday, 1 October 2016
Sunday, 25 September 2016
Sunday, 25 September 2016
Tuesday, 30 August 2016
Friday, 24 Juny 2016
Forex Articles
Wednesday, 31 August 2016
Sunday, 16 November 2014
Saturday, 15 November 2014
Thursday, 30 January 2014
Sunday, 22 December 2013
Sunday, 22 December 2013
Sunday, 22 December 2013
Saturday, 21 December 2013
Saturday, 21 December 2013
Saturday, 21 December 2013


Aplikasi Moving Average
Posted date : Monday, 18 April 2016
By : admin - view : 552 Kali

Satu cara kegunaan moving average adalah untuk membantu kita menentukan tren.

Cara paling sederhana adalah dengan memplot moving average tunggal pada grafik. Ketika pergerakan harga cenderung tetap berada di atas moving average, berarti dia memberi sinyal bahwa harga saat ini sedang berada di uptrend umum.

Jika pergerakan harga cenderung tetap berada di bawah moving average, maka hal ini mengindikasikan bahwa dia berada pada downtrend.

Masalahnya adalah metode ini terlalu sederhana. Katakan saja, USD/JPY saat ini sedang mengalami downtrend, tetapi rilis berita mengakibatkan nilai pair ini melonjak.

Kita bisa lihat harga saat ini berada di atas moving average. Pada saat ini kita pasti berpikir:

"Wah...sepertinya pair ini akan mengubah arahnya! Saatnya membeli pecundang ini! Muahaha!"

Dengan begitu saja, kita tergoda dan membeli miliaran unit karena yakin bahwa USD/JPY akan segera naik.

Tapi.... Woupsy! Kita terjebak sinyal palsu. Karena, meski bereaksi pada rilis berita, tetapi tren tetap berlanjut dan harga terus anjlok.

Apa yang dilakukan beberapa trader, dan yang disarankan oleh SeputarForex, adalah memplot beberapa moving average dalam grafik. Bukan sekadar satu. Hal ini memberi kita sinyal yang lebih jelas apakah pair tersebut masih mengalami uptrend atau downtrend, bergantung pada order moving average.

Pada uptrend, moving average yang "lebih cepat" berada di atas moving average yang "lebih lamban". Sedangkan untuk downtrend, yang terjadi adalah sebaliknya. Misalnya, kita punya dua MA: MA 10-periode dan 20-periode. Pada grafik keduanya akan tampak seperti ini:

Di atas adalah grafik harian USD/JPY. Pada masa uptrend, SMA 10-periode akan berada di atas SMA 20-periode. Seperti yang bisa dilihat, kita dapat menggunakan moving average untuk menunjukkan apakah sebuah pair sedang mengalami uptrend atau downtrend. Dengan kombinasi indikator MA dan pengetahuan kita atas garis-garis tren, akan membantu kita untuk menentukan posisi. Apakah kita harus pasang short-position atau long-position.

Kita juga bisa mencoba menggunakan lebih dari dua moving average pada grafik. Asalkan garis-garis tersebut sesuai dengan order. Garis yang lebih cepat hingga lebih lamban pada uptrend, garis yang lebih lamban hingga lebih cepat pada downtrend, dengan demikian kita bisa memastikan apakah pair incaran kita berada di uptrend atau downtrend.

 

 

 


Learning Center
Pemula



Materi Dasar



Advanced