Penting Untuk Trader
Saturday, 1 April 2017
Sunday, 16 October 2016
Saturday, 1 October 2016
Sunday, 25 September 2016
Sunday, 25 September 2016
Tuesday, 30 August 2016
Friday, 24 Juny 2016
Forex Articles
Wednesday, 31 August 2016
Sunday, 16 November 2014
Saturday, 15 November 2014
Thursday, 30 January 2014
Sunday, 22 December 2013
Sunday, 22 December 2013
Sunday, 22 December 2013
Saturday, 21 December 2013
Saturday, 21 December 2013
Saturday, 21 December 2013


Candlestick Chart
Posted date : Monday, 22 October 2012
By : indonesiantrader - view : 1152 Kali

Candlestick Chart

Candlestick chart adalah salah satu jenis chart yang umum digunakan oleh kalangan trader saat ini.

Pada tahun 1600-an, di Jepang berkembang metode analisis untuk menganalisa harga kontrak beras. Teknik ini disebut candlestick charting. Steven Nison dikenal sebagai orang yang mempopulerkan candlestick charting ke negara-negara barat dan juga dikenal sebagai salah satu ahli dalam penggunaan candlestick chart.

Grafik candlestick menampilkan harga open, high, low, dan close dalam format yang sama dengan bar chart. Hanya saja, dalam candlestick chart nilai open dan close ada "isi" nya, berbeda dengan bar chart yang hanya berupa garis.

Satu candlestick mewakili pengelompokan data gerakan harga dalam satu periode tertentu , misalnya dalam kelompok 1 menit, 5 menit, 1 jam, 4 jam, 1 mingguan, dan lain-lain.. Gambar di bawah ini menampilkan komponen yang ada dalam satu candlestick :

Dalam sebuah grafik candlestik mengandung informasi : harga pembukaan(Open), harga penutupan(Close), serta dinamika pergerakan harga(High/Tertinggi - Low/Terendah). Bagian bawah menunjukan harga terendah(lower shadow), sementara bagian atas adalah harga tertinggi(Upper shadow).

Dalam candlestik bagian tengah terdapat sebuah kotak. Kotak ini akan diberi warna dimana akan menandakan bahwa harga naik atau turun. Bila kotak tidak berwana/putih, menandakan harga naik, sedangkan bila kotak berwana hitam menandakan harga turun.

Harga naik apabila harga penutupan > harga pembukaan. Dan harga turun apabila harga penutupan < harga pembukaan. Disini kita melihat pasti ada jeda waktu antara harga pembukaan dan penutupan, jeda ini sering disebut dengan Time Frame. Dan bisa diatur sesuai keinginan kita, seperti 5 menit, 10 menit, 15 menit, 1 jam, 1 hari, ataupun 1 bulan.

 


Learning Center
Pemula



Materi Dasar



Advanced