Penting Untuk Trader
Saturday, 1 April 2017
Sunday, 16 October 2016
Saturday, 1 October 2016
Sunday, 25 September 2016
Sunday, 25 September 2016
Tuesday, 30 August 2016
Friday, 24 Juny 2016
Forex Articles
Wednesday, 31 August 2016
Sunday, 16 November 2014
Saturday, 15 November 2014
Thursday, 30 January 2014
Sunday, 22 December 2013
Sunday, 22 December 2013
Sunday, 22 December 2013
Saturday, 21 December 2013
Saturday, 21 December 2013
Saturday, 21 December 2013


Jenis Order Dalam Forex
Posted date : Sunday, 17 April 2016
By : admin - view : 525 Kali

1. Market Order

Ini jenis order paling sederhana. Market order adalah tipe order buy/sell pada harga terbaik yang tersedia di pasar. Contohnya, harga bid pada EUR/USD saat ini berada pada 1.2140, dan harga ask pada 1.2142. Jika kita ingin buy EUR/USD pada harga pasar, maka itu akan "dijual" pada kita dengan harga 1.2142. Kita akan klik "buy" di platform trading, dan platform akan langsung mengeksekusi order buy pada harga tersebut. Simpel bukan? Ini seperti membeli barang di online shop, hanya saja yang kita beli bukan baju baru.

2. Limit Entry Order

"Limit entry order" adalah jenis order yang ditempatkan untuk buy dibawah harga pasar sekarang, atau sell diatas harga pasar sekarang.

Contohnya, EUR/USD saat ini ditradingkan pada harga 1.2050. Kita ingin buka posisi short jika harga mencapai 1.2070. Kita bisa saja menunggu hingga entah kapan harga mencapai 1.2070 lalu mengklik sell dengan market order. Tetapi kita juga bisa memasang "sell" dengan limit entry order sekarang, lalu ditinggal pergi. Kalau nanti harga memang naik sampai ke 1.2070, maka platform trading akan secara otomatis membuka posisi sell pada harga terbaik saat itu.

Trader bisa memanfaatkan order jenis ini, jika meyakini bahwa harga akan berbalik setelah mencapai level tertentu, atau menurut istilah kerennya, reversal.


3. Stop-Entry Order

"Stop entry order" bisa digunakan apabila kita ingin membuka posisi buy diatas harga pasar sekarang, atau melakukan sell dibawah harga pasar sekarang. Ini dipakai kalau kita memperkirakan harga akan terus bergerak ke satu arah yang sama.

Contohnya, GBP/USD saat ini ditradingkan pada 1.5050 dan nampak bergerak keatas. Kita berpikir bahwa harga akan terus naik apabila sudah menyentuh 1.5060. Selanjutnya, kita bisa tunggu sampai harga mencapai 1.5060 lalu baru klik "buy" dengan market order, atau sekarang juga kita pasang stop-entry order pada 1.5060.


4. Stop-Loss Order

"Stop-loss order" dipakai untuk mencegah loss jadi lebih parah, kalau harga bergerak ke arah yang tidak diduga. Jenis order ini dipasang setelah kita membuka order "buy" ataupun "sell" dengan tipe order apapun, dan akan terus berlaku hingga stop-loss order ini dicabut atau posisi trading kita tertutup.

Misalnya, kita membuka posisi long EUR/USD pada 1.2230. Untuk membatasi loss maksimal, maka kita pasang stop-loss pada 1.2200. Artinya, kalau kita salah prediksi dan EUR/USD jatuh sampai 1.2200, maka platform trading akan otomatis menutup posisi trading saat itu juga dengan hasil kita loss 30 pip.

Kedengarannya jelek, tetapi itu bisa jadi lebih baik, dibanding kalau harga ternyata bergerak sampai 1.2100 dan kita tidak pasang stop-loss sama sekali lalu ternyata loss 130 pip! Stop-loss ini sangat berguna kalau kita tidak ingin duduk di depan monitor sepanjang hari setelah buka posisi.


5. Trailing Stop

Trailing stop merupakan variasi stop-loss order yang ditempatkan pada suatu posisi trading, tetapi dapat berpindaj seiring dengan fluktuasi harga.

Katakanlah ada posisi short USD/JPY pada 90.80, dengan trailing stop 20 pip. Ini artinya, stop-loss awal adalah pada 91.00. Jika harga ternyata berjalan ke bawah sesuai dengan perkiraan, lalu menyentuh 90.60, maka trailing stop akan otomatis berpindah maju 20 pip ke 90.80 (disebut juga break even).

Sekali trailing stop berpindah, maka itu akan menetap di level tersebut. Jadi, misalkan harga kemudian berbalik turun lagi sampai menyentuh 90.80, maka posisi akan langsung tertutup disitu.

 

 


Learning Center
Pemula



Materi Dasar



Advanced