Penting Untuk Trader
Saturday, 1 April 2017
Sunday, 16 October 2016
Saturday, 1 October 2016
Sunday, 25 September 2016
Sunday, 25 September 2016
Tuesday, 30 August 2016
Friday, 24 Juny 2016
Forex Articles
Wednesday, 31 August 2016
Sunday, 16 November 2014
Saturday, 15 November 2014
Thursday, 30 January 2014
Sunday, 22 December 2013
Sunday, 22 December 2013
Sunday, 22 December 2013
Saturday, 21 December 2013
Saturday, 21 December 2013
Saturday, 21 December 2013


Simple Moving Average
Posted date : Monday, 18 April 2016
By : admin - view : 284 Kali

Pada dasarnya, simple moving average dihitung dengan menambahkan periode terakhir "X" pada penutupan harga, kemudian membaginya dengan X.

Hehehe... bingung?

Jangan khawatir, di pelajaran ini kita akan memelajari semuanya tentang simple moving average sampai semuanya jelas.

Jika kita memplot 5 periode simple moving average pada grafik 1-jam, secara otomatis kita menambah harga penutupan 5 jam terakhir, kemudian kita tinggal membagi jumlah tersebut dengan angka 5. Dan...hoopla! Kita mendapatkan rata-rata harga penutupan dalam jangka waktu lIma jam terakhir. Kita tinggal menderetkan semua harga penutupan rata-rata dan kita mendapatkan moving average.

Jika kita hendak memplot 5-peroiode simple moving average pada grafik 10-menit, kita harus menambah harga penutupan dari 50 menit terakhir kemudian membagi 5 hasil tersebut.

Jika kita memplot 5 periode simple moving pada grafik 30-menit, kita harus menambah harga penutupan dari 150 menit terakhir lalu membagi 5 hasil tersebut.

Dan ketika kita akan memplot 5 periode simple moving average pada grafik 4 jam... eh, apa? Tak perlu contoh lagi? Yah, baiklah kalau gambaran tentang penghitungan simple moving average.

Perlu kita ketahui, sebagian besar software grafik akan melakukan penghitungan ini untuk kita. Kenapa kita membahas pelajaran yg membosankan ini, kalau software grafik akan dengan otomatis? Hei, bukankah sedari awal SeputarForex bukannya penting bagi kita untuk mengetahui hal paling dasar? Oleh karena itu, penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana mengatur dan memodifikasi indikator.

Selain itu, memahami bagaimana sebuah indikator bekerja berarti kita dapat menyesuaikan dan menciptakan berbagai strategi sementara situasi pasar berubah.

Tidak berbeda dengan sebagian besar indikator lainnya, moving average beroperasi dengan penundaan. Karena kita mengambil rata-rata dari sejarah harga di masa lampau, kita benar-benar hanya melihat jalur umum pergerakan harga beberapa waktu yang lalu. Kita juga melihat arah umum dari pergerakan harga jangka pendek di masa mendatang.

Meski demikian, menguasai moving average tidak akan membuat kita menjadi semacam cenayang Forex. Berikut adalah contoh bagaimana moving average membaca pergerakan harga dengan memuluskannya.

Pada grafik di atas, kita memplot tiga simple moving average (SMA) yang berbeda dalam grafik 1-jam pair USD/CHF. Seperti yang bisa kita lihat, semakin lama periode SMA, semakin ia tertinggal di belakang harga.

Perhatikan bagaimana SMA 62 bergerak menjauh dari harga saat ini dibanding SMA 30 dan 5.

Hal ini karena SMA 62 menambah harga penutupan dari 62 periode terakhir dan membaginya menjadi 62. Semakin lama periode yang kita gunakan untuk SMA, semakin lamban dia bereaksi terhadap pergerakan harga.

SMA pada grafik tersebut menunjukkan sentimen keseluruhan dari pasar pada saat tersebut pada saat ini. Sekarang kita bisa melihat bahwa USD/CHF sedang ngetrend. Ketimbang melihat harga pasar saat ini, moving average memberi kita pandangan umum, dan sekarang kita bisa memperkirakan arah umum pergerakan harga di masa mendatang. Dengan penggunaan SMA, kita dapat mengetahui apakah sebuah pair sedang trending up, trending down, atau sekadar ranging.

Ada satu masalah dengan simple moving average; mereka rentan terhadap lonjakan. Ketika hal ini terjadi, SMA bisa jadi memberikan sinyal palsu. Kita mungkin berpikir trend baru sedang terbentuk tetapi pada kenyataannya tidak terjadi apapun.

 


Learning Center
Pemula



Materi Dasar



Advanced