Penting Untuk Trader
Saturday, 1 April 2017
Sunday, 16 October 2016
Saturday, 1 October 2016
Sunday, 25 September 2016
Sunday, 25 September 2016
Tuesday, 30 August 2016
Friday, 24 Juny 2016
Forex Articles
Wednesday, 31 August 2016
Sunday, 16 November 2014
Saturday, 15 November 2014
Thursday, 30 January 2014
Sunday, 22 December 2013
Sunday, 22 December 2013
Sunday, 22 December 2013
Saturday, 21 December 2013
Saturday, 21 December 2013
Saturday, 21 December 2013


Strategi Menggunakan Support Resistance
Posted date : Wednesday, 29 January 2014
By : admin - view : 898 Kali

Pada dasarnya ada dua strategi yang bisa kita terapkan berdasarkan support dan resistance. Yang pertama disebut "bounce trading", yang ke dua disebut "breakout trading".

Bounce trading

Ada juga yang menyebutnya sebagai "swing trading". Metode trading ini memanfaatkan "pantulan" harga ketika harga sudah mencapai support atau resistance dan memantul dari sana. Ilustrasi di bawah ini akan menjelaskan apa yang dimaksud dengan bounce trading ini.

 

Intinya kita menunggu ada pantulan dari area support atau resistance untuk melakukan trading. Mengapa kita tidak melakukan sell tepat pada resistance atau buy tepat pada support? Karena kita memerlukan semacam konfirmasi bahwa support atau resistance tersebut belum tembus. Bisa jadi pergerakan harga naik atau turun begitu tajam dan cepat hingga langsung menembus support atau resistance. Nah, pantulan inilah yang menjadi semacam pertanda bahwa level support atau resistance itu masih kuat.

Breakout trading

Dalam dunia trading, support dan resistance tidak akan selamanya bertahan. Pada suatu saat level-level tersebut pasti akan tembus. Pada saat seperti itu kita masih bisa mencoba mencari peluang dengan strategi yang dinamakan breakout trading. Strategi brekaout trading ini seratus persen berbeda dengan bounce trading. Jika pada bounce trading kita menunggu pantulan untuk buy atau sell, pada strategi breakout kita malah memanfaatkan tembusnya support dan resistance dengan asumsi bahwa tembusnya support atau resistance cenderung diikuti oleh rally.

Ilustrasi di bawah ini menggambarkan strategi breakout trading dengan memanfaatkan tembusnya support atau resistance.

 

Strategi yang digambarkan di atas merupakan strategi agresif, di mana transaksi langsung dilakukan setelah mendapatkan konfirmasi tembusnya level support atau resistance. Yap, lagi-lagi konfirmasi dibutuhkan untuk melakukan aksi.

Suatu support atau resistance dianggap tembus jika memenuhi paling tidak salah satu dari dua hal berikut:

  1. Jika kita menggunakan candlestick chart, maka body dari candlestick tersebut harus memotong/menembus garis support atau resistance.
  2. Pada saat terjadi breakout, terjadi peningkatan volume. Semakin signifikan peningkatannya, maka breakout dianggap semakin valid. Mengenai volume ini, akan kita bahas nanti.

 


Learning Center
Pemula



Materi Dasar



Advanced