Penting Untuk Trader
Saturday, 1 April 2017
Sunday, 16 October 2016
Saturday, 1 October 2016
Sunday, 25 September 2016
Sunday, 25 September 2016
Tuesday, 30 August 2016
Friday, 24 Juny 2016
Forex Articles
Wednesday, 31 August 2016
Sunday, 16 November 2014
Saturday, 15 November 2014
Thursday, 30 January 2014
Sunday, 22 December 2013
Sunday, 22 December 2013
Sunday, 22 December 2013
Saturday, 21 December 2013
Saturday, 21 December 2013
Saturday, 21 December 2013


Trading Menggunakan Pivot Point
Posted date : Friday, 31 January 2014
By : admin - view : 2934 Kali

Trading bounching dengan pivot point

Cara trading yang sederhana dengan pivot point adalah memperlakukan level-level pivot tersebut sebagai mana level support dan resistance. Biasanya harga akan menguji level-level tersebut sebelum bounching (berbalik arah gerak) atau break (meneruskan arah gerak), bahkan pengujian bisa beberapa kali. Karena berfungsi sebagai support atau resistance, maka sifat-sifat dasar support dan resistance juga berlaku. Makin sering harga gagal menembus level tersebut maka akan semakin kuat level support atau resistance.

Dengan kaidah pivot point, maka kesempatan entry diperoleh ketika harga telah berada pada salah satu level pivot tersebut, terlepas dari prediksi harga akan bounching atau break. Contoh berikut adalah entry buy diatas level support, dengan asumsi ketika harga telah gagal menembus support akan terjadi bounching.

 

Level target profit bisa ditentukan pada PP (pivot point) atau R1 (resistance pertama), atau diantara level tersebut tergantung dari risk/reward yang direncanakan. Jika Anda trader yang agresif level stop loss bisa pada beberapa pip dibawah S1 (support pertama) sehingga risk/reward ratio cukup tinggi, namun trader yang konservatif akan menentukan level stop loss dibawah S2 (support ke 2) dengan asumsi jika harga menembus S1 tetapi tidak menembus S2 maka masih ada kemungkinan bounching. Yang terjadi kemudian adalah:



Ternyata pergerakan harga bounching pada level S1 dan PP. Agar Anda lebih percaya diri ketika entry, gunakan juga indikator teknikal sebagai konfirmator untuk mengetahui kekuatan level support atau resistance, karena pada dasarnya level pivot adalah level-level support dan resistance. Selain itu Anda juga bisa mengamati formasi candlestick dan setup price action yang terbentuk.

Trading breakout dengan pivot point

Trading dengan cara bounching menggunakan level pivot tidak selalu berjalan baik, sekalipun level support atau resistance tersebut cukup kuat. Terutama pada waktu pembukaan sesi Eropa atau New York, pergerakan harga cenderung sering break (menembus) level-level pivot. Juga pada saat sentimen pasar sedang kuat seperti ketika rilis data fundamental.penting. Berikut contoh pergerakan harga yang break pada level-level pivot:



Dari gambar diatas tampak bahwa sentimen pasar sedang kuat dengan harga pembukaan yang diatas PP. Pada pergerakan selanjutnya, harga menembus R1, R2 dan R3 sebelum kembali menembus R3 dan bounching di R2. Bagi trader yang agresif kondisi pasar yang seperti ini tentu sangat menguntungkan.

Yang penting untuk diperhatikan adalah sebelum benar-benar menembus level resistance, harga selalu melakukan retest pada level tersebut seperti tanda-tanda lingkaran pada gambar diatas. Dan agar Anda lebih percaya diri, bisa diamati setup price action dan formasi candlestick yang terbentuk, serta menggunakan indikator teknikal sebagai sarana konfirmator.

 


Learning Center
Pemula



Materi Dasar



Advanced