Penting Untuk Trader
Saturday, 1 April 2017
Sunday, 16 October 2016
Saturday, 1 October 2016
Sunday, 25 September 2016
Sunday, 25 September 2016
Tuesday, 30 August 2016
Friday, 24 Juny 2016
Forex Articles
Wednesday, 31 August 2016
Sunday, 16 November 2014
Saturday, 15 November 2014
Thursday, 30 January 2014
Sunday, 22 December 2013
Sunday, 22 December 2013
Sunday, 22 December 2013
Saturday, 21 December 2013
Saturday, 21 December 2013
Saturday, 21 December 2013


Kebenaran Teori Fibonacci
Posted date : Saturday, 1 October 2016
By : admin - view : 1440 Kali

 

Artikel ini disarikan dari tulisan Bill Poulos yang berjudul The Truth About Fibonacci Trading yang antara lain mengulas tentang level-level retracement dan extension Fibonacci yang banyak digunakan sebagai salah satu alat prediksi dalam trading.

 

Level-level retracement dan extension

Level-level retracement dan extension adalah yang paling banyak digunakan dalam trading guna memprediksi kemungkinan untuk entry dan exit. Retracement berguna untuk melihat level-level support atau resistance selama periode koreksi (retrace), sedang extension biasanya digunakan untuk menentukan level take profit (target). Baik level retracement maupun extension ditentukan berdasarkan deret Fibonacci yaitu: 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, 233, 377, ...... dan seterusnya.

Deret ini dibuat dari penjumlahan 2 angka yang berurutan, yaitu 1+2=3, 2+3=5, 3+5=8, dan seterusnya. Jika angka yang berurutan setelah 89 saling dibagi, maka akan selalu menghasilkan 0.618 dan 1.618, yang disebut dengan golden ratio Fibonacci. 89/144=0.618 dan 144/89=1.618 ; 144/233=0.618 dan 233/144=1.618, dan seterusnya. Dengan kaidah serupa yang sederhana tapi mengherankan diperoleh angka-angka ratio yang disepakati sebagai level-level retracement dan level-level extension.

 

Kenapa para trader dan analis sepakat untuk menggunakan angka-angka ratio Fibonacci? Karena telah terbukti tepat dan cukup akurat. Bagaimana hal itu bisa terjadi? Hingga saat ini belum ada seorangpun yang bisa menjelaskan secara ilmiah dan masuk akal. Bahkan Leonardo Pisano alias Fibonacci sendiri tidak pernah menjelaskan dasar dari teorinya, menurutnya ia hanya menggali apa yang sebenarnya sudah ada. Jauh sebelum Fibonacci, para arsitek Mesir jaman Firaun telah menerapkan teori golden ratio dalam membangun piramida. Yang jelas saat ini hampir semua platform trading dilengkapi dengan alat analisa Fibonacci retracement, extension dan Fibonacci fan.

 

Level Retracement Fibonacci dalam trading

Dalam alur pergerakan harga pasar, retracement bisa diartikan sebagai koreksi dari trend utama yang sedang terjadi. Jika koreksi telah melampaui batas atas atau batas bawah level awal saat dimulainya trend utama, maka probabilitas untuk terjadinya pembalikan arah trend (trend reversal) adalah besar. Dengan teori Fibonacci, setiap level retracement yang sesuai dengan angka ratio merupakan level-level support atau resistance yang memungkinkan berakhirnya koreksi. Jika satu level terlampaui, acuan support atau resistance selanjutnya adalah pada level retracement berikutnya.

Contoh pada kondisi pasar yang sedang uptrend:

 

Dalam kondisi pasar uptrend seperti pada gambar atas, pengukuran level retracement dimulai ketika pergerakan harga telah mengisyaratkan akan terjadinya koreksi. Kita tarik garis dari level terendah (swing low) ke level tertinggi (swing high) sehingga level minimum retracement adalah pada 0.000 atau 0% (swing high) dan level maksimum pada 1.000 atau 100% (swing low).

Dalam contoh diatas swing low ada pada harga 71.31 dan swing high ada pada harga 89.83. Dari level-level Fibonacci retracement yang tampak, kita bisa memprediksikan level-level support ada pada 85.46 (pada 0.236 atau 23.6%), 82.76 (pada 0.382 atau 38.2%), 80.57 (pada 0.500 atau 50%)., dan seterusnya. Pada level-level tersebut diasumsikan koreksi akan berakhir dan harga akan kembali naik (bouncing), atau break ke level dibawahnya dan meneruskan koreksi hingga ke level berikutnya. Biasanya trader mengantisipasi untuk entry buy pada level-level tersebut dengan asumsi koreksi akan berakhir.

 

Dari contoh chart daily sebelumnya kita lihat yang terjadi pada pergerakan harga selanjutnya:

 

Pada hari berikutnya harga bergerak dan berhenti pada level Fibo 0.236 atau 23.6% sebagai supportnya sebelum menembus level tersebut sehari kemudian. Setelah mencapai level 0.382 atau 38.2%, harga menemukan level support yang relatif stabil di hari-hari sesudahnya. Dengan formasi doji pada candlestick sebagai salah satu sinyal, dihari berikutnya harga terus bergerak naik. Jika hanya berpatokan pada level Fibo retracement sebagai support (atau resistance untuk downtrend), maka entry buy pada level 23.6%, stop loss bisa pada 38.2% atau 50%. Untuk entry di level 38.2%, stop loss pada level 50% atau 61.8%.

Contoh 2:
Tentukan level-level Fibo retracement saat pergerakan harga mulai koreksi:

 

 

Yang terjadi sesudahnya:

 

Dalam hal ini kita baru bisa entry buy setelah harga mengalami penolakan (rejection) pada level 76.4% dari setup price action yang terbentuk

 

Contoh 3: masih untuk kondisi uptrend, kita tarik level-level retracement saat mulai koreksi:

 

 

Dan yang terjadi berikutnya:

 

 

Sekali lagi kita kita lihat rejection dari pin bar pada level retracement 50% dimana kita baru bisa entry (buy).

 

Level Fibo retracement perlu faktor pendukung

Dari 3 contoh diatas bisa disimpulkan bahwa agak sulit jika kita hanya mengandalkan level-level Fibo retracement saja. Walaupun level-level tersebut bisa berfungsi sebagai level support sementara (tidak selalu, tetapi sering), tanpa faktor lain yang mengkonfirmasi level tersebut akan sangat riskan untuk entry, karena:

1. Tidak ada petunjuk yang mengisyaratkan level retracement mana yang akan jadi support yang valid. Meski level 0.236 (23.6%) biasanya lemah, level-level yang lain juga tidak menjamin sebagai support yang lebih kuat apalagi valid.
2. Pergerakan harga pasar tidak akan selalu koreksi atau berbalik arah (bouncing) ketika telah menyentuh level-level tersebut, tetapi bisa menembus dan terus turun meski tidak sampai level swing low-nya.
3. Kita akan kesulitan menentukan level stop loss. Cara yang paling aman adalah beberapa pip dibawah level swing low-nya. Tetapi jika kita trading pada time frame daily atau weekly, berapa risk/reward ratio kita agar diperoleh level target profit yang wajar? Dengan 1:1 pun untuk time frame daily kita mungkin bisa menunggu hingga berminggu-minggu, itupun jika kita tidak salah. Mungkin jika kita masuk di time frame 30 menit atau 15 menit risk/reward ratio kita bisa lebih tinggi dengan waktu tunggu yang tidak begitu lama (jika benar).

Fibo retracement berlaku pada semua time frame

Yang juga cukup mengherankan dari teori Fibonacci retracement adalah kaidah ini berlaku pada semua time frame, dari 1 menit hingga monthly (bulanan), Anda bisa mencobanya. Namun sekali lagi untuk trading hanya dengan mengandalkan level Fibo retracement sangat riskan, Anda perlu indikator teknikal atau faktor pendukung lain untuk konfirmasi.

 

 

Level extension Fibonacci

Extension Fibonacci atau disebut juga expansion Fibonacci adalah perluasan dari level retracement tertentu. Pada platform trading Metatrader bisa dilakukan dengan menarik garis dari swing low ke swing high (untuk uptrend), dan garis retracement yang akan diukur perluasannya ditarik lagi ke level swing low (2), dan ini adalah level Fibonacci Expansion (FE) 0.0. Lihat gambar berikut:

 

 

Level-level extension akan tampak setelah level patokan FE 0.0 atau 0.000, yaitu:
level FE 38.2 atau 0.382 (38.2%)
level FE 61.8 atau 0.618 (61.8%)
level FE 100.0 atau 1.000 (100%)
level FE 138.2 atau 1.382 (138.2%)
level FE 161.8 atau 1.618 (161.8%).

Cara menerapkan level-level FE pada platform Metatrader adalah dengan masuk ke Insert - Fibonacci - Expansion. Untuk menambahkan level-level FE standard adalah dengan masuk ke Fibo Levels - Add. Biasanya hanya ada FE 100.0 dan FE 161.8 sebagai default, atau jika alat bantu ini belum pernah digunakan.

Level extension Fibonacci ini biasanya digunakan untuk menentukan level target profit. Jika kita membuka posisi buy pada level swing low (2) dengan perkiraan level tersebut adalah support, maka target profit bisa kita tentukan pada level-level FE 38.2 atau FE 61.8 dan seterusnya sesuai dengan strategi money management yang telah kita sepakati. Apakah akan efektif dengan cara ini? Sebagai illustrasi berikut beberapa contoh untuk kondisi pasar uptrend:

Contoh 1:

 

 

Pada contoh diatas kita tarik titik swing low (2) di 44.46 setelah tampak formasi candlestick engulfing bullish sebagai sinyal untuk membuka posisi buy. Tujuan kita adalah mengetahui level-level resistance berdasarkan teori extension Fibonacci, guna menentukan level take profit. Dalam hal ini level take profit bisa kita tetapkan minimal pada level 48.29 atau FE 38.2. Pergerakan harga yang terjadi sesudahnya adalah :

 

Pada gambar diatas tampak bahwa pergerakan harga sempat berkonsolidasi pada level FE 38.2 (0.382) sebelum rally dan menembus level FE 161.8 (1.618). Take profit pada 48.29 (level 0.382) terlalu prematur. Level target yang agak lumayan adalah pada FE 100.0 atau level 54.19.

Seperti halnya Fibonacci retracement, pada Fibonacci extension ini juga tidak ada petunjuk atau kaidah khusus yang mengisyaratkan level FE mana yang paling valid. Namun pada salah satu atau semua level-level FE tersebut sering terjadi konsolidasi yang bisa dianggap sebagai support atau resistance, baik untuk kondisi pasar uptrend maupun downtrend.

Contoh 2:

Seperti contoh sebelumnya, pada gambar diatas tampak harga berkonsolidasi di level extension 38.2% sebelum akhirnya turun. Entry pada level swing low (2) di 70.4 hanya bisa take profit di sekitar level FE 38.2 (0.382) atau sekitar level 75.14. Hal ini membuktikan bahwa hanya berpatokan pada level extension Fibonacci saja jelas tidak akurat, walau perilaku teori Fibonacci masih berlaku pada contoh tersebut, yaitu level FE 38.2 berlaku sebagai resistance yang kuat.

 

Konvergensi level-level retracement Fibonacci

Konvergensi level-level retracement terjadi bila kita menarik 2 pola retracement dari 2 titik swing low yang berbeda ke sebuah titik swing high yang sama. Tujuannya untuk memperoleh area kelompok harga (price cluster) dengan probabilitas pembalikan arah (turning point) yang lebih besar. Dari 2 pola retracement tersebut bisa saja terjadi level 38.2% pola 1 berimpit atau dekat dengan level 61.8% pola 2, atau level 76.4% pola 2 dekat dengan level 50% pola 1 seperti pada contoh berikut:

 

Pada contoh diatas tampak bahwa:

Kelompok (cluster) A adalah harga-harga dimana level retracement 38.2% pola 1 berdekatan dengan level retracement 61.8% pola 2. Level support di area ini tampak sangat kuat dan probabilitas harga untuk rally cukup besar.

Kelompok B adalah harga-harga dimana level retracement 23.6% pola 1 berdekatan dengan level retracement 38.2% pola 2. Tampak harga berkonsolidasi dengan kuat pada area ini sebelum akhirnya bergerak kebawah dan konsolidasi lagi pada level area kelompok A.

Kelompok C adalah harga-harga dimana level retracement 61.8% pola 1 berdekatan dengan level retracement 100% pola 2. Disini tampak juga harga berkonsolidasi dengan kuat sebelum akhirnya naik kembali.

Untuk memperoleh konvergensi level-level pola retracement dengan probabilitas yang cukup tinggi, titik swing low ke 2 hendaknya diambil pada titik lembah level support (untuk uptrend) atau titik puncak level resistance (untuk downtrend), atau pada area keseimbangan harga (equilibrium) permintaan dan penawaran.

 

Contoh trading dengan kombinasi level-level retracement dan extension

Berikut dicontohkan penggunaan kombinasi level retracement Fibonacci sebagai indikator untuk membuka posisi dan level extension Fibonacci sebagai indikator untuk menentukan level target.

 

Pada chart 4-hour USD/CHF diatas, level retracement Fibo (1) kita tarik dari titik swing low ke titik swing high. Setelah tampak sinyal pin bar yang cukup valid disekitar level retracement 76.4%, kita tentukan level entry beberapa pip diatas level 76.4% tersebut. Untuk menentukan level take profit (target), kita tarik garis extension Fibonacci dari titik swing low-swing high-swing low (2) yang tepat pada level retracement 76.4% sebagai level FE 0.0. Level target bisa pada FE 38.2 yang berimpit dengan level retracement 38.2% atau level FE 61.8.

 

 


Learning Center
Pemula



Materi Dasar



Advanced