Penting Untuk Trader
Saturday, 1 April 2017
Sunday, 16 October 2016
Saturday, 1 October 2016
Sunday, 25 September 2016
Sunday, 25 September 2016
Tuesday, 30 August 2016
Friday, 24 Juny 2016
Forex Articles
Wednesday, 31 August 2016
Sunday, 16 November 2014
Saturday, 15 November 2014
Thursday, 30 January 2014
Sunday, 22 December 2013
Sunday, 22 December 2013
Sunday, 22 December 2013
Saturday, 21 December 2013
Saturday, 21 December 2013
Saturday, 21 December 2013


Menggunakan Trendline atau Garis trend
Posted date : Tuesday, 30 August 2016
By : admin - view : 1550 Kali

Garis trend atau trend line sangat sering digunakan dalam analisa pergerakan harga pasar. Kegunaan garis trend adalah untuk mengetahui titik-titik support pada keadaan uptrend atau titik-titik resistance pada keadaan downtrend. Artikel ini mengulas tentang bagaimana membuat garis trend dan menggunakannya dalam trading.

Pengertian garis trend
Garis trend adalah garis lurus yang menghubungkan titik-titik lembah (bottom) yang naik secara berurutan pada keadaan uptrend, atau titik-titik puncak (top) yang turun secara berurutan pada keadaan downtrend. Untuk membuat garis trend paling sedikit harus ada dua titik harga untuk dihubungkan. Sifat utama sebuah garis trend adalah:

1. Semakin banyak titik-titik harga yang dihubungkan maka akan semakin valid garis trend tersebut, dan semakin kuat menahan titik-titik support atau resistance pada pengujian berikutnya.
2. Semakin valid sebuah garis trend maka akan semakin diperhatikan dan ditaati oleh para pelaku pasar.
3. Semakin curam sebuah garis trend menggambarkan kondisi pasar yang semakin bullish (bila curam kearah atas) atau semakin bearish (bila curam kearah bawah).
Berikut illustrasi garis trend pada pergerakan harga uptrend dan downtrend yang menghubungkan tiga titik-titik support dan resistance:

 

Membuat sebuah garis trend
Untuk membuat garis uptrend, hubungkan minimal dua titik harga lembah yang saling berdekatan. Untuk garis downtrend hubungkan minimal dua titik harga puncak yang saling berdekatan. Kemudian tarik garis sepanjang mungkin untuk mengetahui titik-titik support (pada uptrend) atau titik-titik resistance (pada downtrend) di waktu yang akan datang. Berikut contoh garis uptrend yang ditarik pada EUR/USD daily dan garis downtrend pada GBP/USD daily:

 

Akurasi garis trend dan periode waktu trading
Untuk melihat trend jangka panjang, garis trend ditarik pada time frame (periode waktu trading) tinggi, biasanya daily atau weekly. Untuk jangka menengah pada time frame 4-hour atau daily, dan untuk jangka pendek pada time frame 1-hour kebawah. Trader jangka panjang dan menengah (swing trader) sering mengacu pada time frame daily, sedang trader jangka pendek mengacu pada time frame 5-minutes hingga 1-hour.

Karena faktor noise atau kesalahan sinyal yang terjadi pada time frame rendah, maka akurasi garis trend yang ditarik pada time frame rendah atau sangat rendah (misalnya 1-minute) akan rendah. Akurasi dalam hal ini artinya validitas. Dalam hal garis trend berarti kemungkinan garis trend tersebut valid, dan bisa ditaati pasar di waktu yang akan datang. Garis trend pada time frame 5-minute yang ditarik hari ini belum tentu valid untuk dua atau tiga hari kemudian. Berikut contoh garis trend yang ditarik dari time frame EUR/USD 5-minutes:

Fungsi utama garis trend adalah untuk membantu mengantisipasi titik-titik support pada kondisi bullish (uptrend) dan titik-titik resistance pada kondisi bearish (downtrend). Sesuai dengan aturan support dan resistance, maka garis support atau garis uptrend bisa berubah menjadi garis resistance bila titik support sudah berhasil ditembus, dan sebaliknya garis resistance atau garis downtrend bisa berubah menjadi garis support bila titik resistance berhasil ditembus.

 

Contoh membuat garis uptrend
Untuk membuat sebuah garis uptrend, pertama kali tentukan titik harga terendah (level low), kemudian tarik garis ke titik harga terendah terdekat berikutnya, dan perpanjang garis tersebut untuk mengantisipasi titik-titik support (atau resistance) diwaktu yang akan datang. Langkah antisipasi ini adalah yang paling penting dalam membuat garis trend. Berikut contoh langkah-langlah membuat garis uptrend pada EUR/JPY daily:

1 : Titik harga terendah untuk memulai. Pada titik ini pergerakan harga mulai tampak bergerak keatas.
2 : Titik harga terendah selanjutnya. Atur kemiringan garis trend hingga menyentuh level harga terendah pada bar candlestick.
3 : Perpanjang garis uptrend kearah kanan sehingga melalui beberapa titk-titik harga terendah masing-masing bar candlestick. Kemiringan garis uptrend bisa diatur untuk membantu mengidentifikasi titik-titik support. Garis uptrend tidak harus tepat pada titik harga terendah, tetapi bisa disesuaikan asal tidak menyimpang terlalu jauh. Titik harga terendah pertama (1) hendaknya tidak diubah karena merupakan titik patokan awal dimulainya garis uptrend.
4 : Perpanjang garis uptrend kearah kanan untuk mengantisipasi titik-titik harga support (atau resistance) diwaktu yang akan datang.

 

Contoh membuat garis downtrend
Dengan cara sama seperti garis uptrend, untuk keadaan pasar bearish bisa dibuat garis downtrend guna mengantisipasi titik-titik resistance (atau support) diwaktu yang akan datang. Berikut ini contoh langkah-langlah membuat garis downtrend pada USD/CAD daily:

1 : Titik harga tertinggi untuk memulai. Pada titik ini pergerakan harga mulai tampak bergerak kebawah.
2 : Titik harga tertinggi selanjutnya. Atur kemiringan garis trend hingga menyentuh level harga tertinggi pada bar candlestick.
3 : Perpanjang garis downtrend kearah kanan sehingga melalui beberapa titk-titik harga tertinggi masing-masing bar candlestick. Kemiringan garis downtrend bisa diatur untuk membantu mengidentifikasi titik-titik resistance. Garis downtrend tidak harus tepat pada titik harga tertinggi, tetapi bisa disesuaikan asal tidak menyimpang terlalu jauh. Titik harga tertinggi pertama (1) hendaknya tidak diubah karena merupakan titik patokan awal dimulainya garis downtrend.
4 : Perpanjang garis downtrend kearah kanan untuk mengantisipasi titik-titik harga resistance (atau support) diwaktu yang akan datang.

 

Seperti telah disebutkan sebelumnya, garis uptrend yang mengukur titik-titik support akan berubah menjadi garis resistance jika telah berhasil ditembus. Sebaliknya garis downtrend yang mengukur titik-titik resistance akan berubah menjadi garis support bila telah ditembus seperti contoh pada GBP/USD daily berikut ini:

1 : Titik-titik resistance pada garis downtrend sebelum garis trend ini ditembus. Perhatikan pergerakan harga akan mentaati garis ini selama belum ditembus. Ini menunjukkan karakteristik pelaku pasar yang selalu memperhatikan garis trend.
2 : Ketika garis downtrend telah berhasil ditembus, titik-titik harga selanjutnya pada garis ini adalah titik-titik support pada kondisi downtrend. Garis ini adalah bagian dari garis-garis channel trend yang akan diulas kemudian. Titik support tersebut bisa dikonfirmasikan dengan formasi doji yang terbentuk pada bar candlestick. Keadaan yang sebaliknya bisa terjadi pada kondisi uptrend. Jika telah berhasil ditembus maka titik-titik harga selanjutnya pada garis ini adalah titik-titik resistance pada kondisi uptrend, dan adalah bagian dari garis channel trend.

 

Garis-garis channel trend
Garis-garis channel adalah garis sejajar yang dibuat diatas garis uptrend pada saat pergerakan harga mulai berbalik arah dari titik puncaknya, atau garis sejajar yang dibuat dibawah garis downtrend pada saat pergerakan harga mulai berbalik arah dari titik lembahnya (level low). Channel menggambarkan konsistensi pergerakan pasar dalam mentaati garis-garis trend. Berikut contoh channel trend pada EUR/USD daily. Garis A mengukur titik-titik support dan garis B mengukur titik-titik resistance pada uptrend.

 

Cara trading yang sederhana dengan menggunakan garis trend dan channel trend
Trading dengan menggunakan garis trend relatif mudah dilakukan dan sederhana. Setelah Anda membuat garis trend, Anda bisa entry buy pada titik-titik support atau entry sell pada titik-titik resistance. Exit bila garis trend telah ditembus. Berikut contoh pada GBP/USD daily dengan kondisi uptrend:

1 : Level-level harga dimana Anda bisa entry buy setelah membuat garis uptrend pada dua titik low sebelumnya. Anda bisa entry saat harga menyentuh garis uptrend dan kembali bergerak keatas. Bila perlu bisa dikonfirmasikan dengan formasi bar candlestick atau indikator lainnya.
2 : Level harga dimana Anda bisa exit, atau menutup semua posisi buy yang telah Anda buka. Exit bisa dilakukan ketika garis uptrend benar-benar telah ditembus.

 

Contoh trading dengan channel trend pada EUR/CAD daily:

1 : Level-level harga dimana Anda bisa entry sell setelah membuat garis downtrend. Anda bisa entry sell saat harga menyentuh garis downtrend dan kembali bergerak kebawah. Bila perlu bisa dikonfirmasikan dengan formasi bar candlestick atau indikator lainnya.
2 : Level harga dimana Anda bisa exit, menutup semua atau sebagian posisi buy yang telah Anda buka dengan asumsi jika harga benar-benar menembus garis channel bagian bawah maka kemungkinan pergerakan harga akan turun tajam dan profit yang Anda peroleh akan lebih besar.


Learning Center
Pemula



Materi Dasar



Advanced