Penting Untuk Trader
Saturday, 1 April 2017
Sunday, 16 October 2016
Saturday, 1 October 2016
Sunday, 25 September 2016
Sunday, 25 September 2016
Tuesday, 30 August 2016
Friday, 24 Juny 2016
Forex Articles
Wednesday, 31 August 2016
Sunday, 16 November 2014
Saturday, 15 November 2014
Thursday, 30 January 2014
Sunday, 22 December 2013
Sunday, 22 December 2013
Sunday, 22 December 2013
Saturday, 21 December 2013
Saturday, 21 December 2013
Saturday, 21 December 2013


Pengertian Trend
Posted date : Friday, 24 Juny 2016
By : Admin - view : 2024 Kali

Pengertian Tren

Konsep dasar tentang tren (trend) ialah hal yang sangat mendasar dalam berbagai pendekatan analisa pasar yang berbasis kepada analisa teknikal. Semua tool yang digunakan chartist seperti level support dan resistance, price patterns, moving average, trendline, dll. Semuanya bertujuan sama yaitu untuk membantu dalam mengukur tren yang sedang terjadi dipasar, dalam rangka berpartisipasi dalam tren tersebut. Anda mungkin sering mendengar istilah populer seperti "always trade in the direction of the trend", "never buck the trend", atau "the trend is your friend".

Tulisan singkat ini mencoba mengupas dan mendefinisikan apa yang dimaksud dengan tren dan mengklasifikasikannya dalam beberapa kategori. Apabila dilihat secara umum, tren adalah suatu pergerakan arah mana pasar bergerak. Namun selain itu kita membutuhkan sebuah definisi yang lebih akurat untuk dapat memanfaatkannya dalam analisa teknikal.

Yang perlu untuk anda ingat adalah suatu pergerakan harga tidak berbentuk garis lurus ke satu arah. Pasar bergerak dalam bentuk serangkaian zigzag. Gerakan Zigzag ini membentuk rangkaian gelombang yang berurutan, dengan puncak (peak/top) dan "tembusan" (through) yang cukup jelas. Arah peak dan through ini yang nantinya akan menentukan suatu tren pasar yang sedang terjadi. Sedangkan Peak dan Through ini bergerak naik, turun, atau menyamping (sideways). Pada Arah pergerakan inilah yang nantinya akan memberitahukan kita tentang tren pasar.

Secara garis besar, trend dibagi menjadi tiga:

1. Up-trend
Up-trend memiliki sifat yaitu trend yang naik. Maka uptrend berarti pasar yang sedang mengalami kenaikan harga. Secara teknikal, up-trend bisa dikenali dari grafik yang arahnya menanjak, dengan deretan puncak (P) dan lembah (L) harga, di mana posisinya semakin tinggi dari pada puncak dan lembah sebelumnya.

 

2. Downtrend
Down-trend artinya turun, memperlihatkan bahwa pasar sedang dalam penurunan harga. Secara teknikal down-trend bisa dikenali dari grafik yang arahnya turun, dan sederetan puncak (P) dan lembah (L) yang semakin rendah daripada puncak dan lembah sebelumnya.

3. Sideway
Datar dan statis, itulah ciri dari pergerakan sideways. Sederhananya dia adalah pergerakan harga yang tidak sedang berada dalam up-trend maupun down-trend. Jika pada up-trend dan down-trend puncak dan lembah yang terbentuk selalu lebih tinggi atau lebih rendah daripada sebelumnya, maka pada keadaan sideways baik puncak maupun lembahnya tidak terlihat jelas.

 

Trading Dengan Trend

Lamanya siklus suatu trend tidak bisa dipastikan. Ada yang berlangsung selama beberapa minggu atau beberapa hari. Cara yang aman adalah dengan menunggu munculnya awal trend, kemudian masuk dan bertransaksi mengikuti trend. Jika trend cukup kuat, pergerakannya bisa berlangsung sampai seminggu. Akan tetapi jika trend tidak kuat mungkin hanya berlangsung 1 - 2 hari sebelum berbalik arah. Yang penting Anda perlu waspada munculnya tanda-tanda reversal. Salah satunya adalah dengan mengamati munculnya chart-pattern.

Fase yang paling menguntungkan untuk bertransaksi mengikuti trend tentu saja pada fase awal trend. Sedangkan pada fase akhir sudah kurang menguntungkan dan beresiko terkena reversal (pembalikan arah). Pada fase reversal (setelah fase akhir), sebaiknya Anda keluar dari pasar untuk menunggu munculnya trend yang baru. Beberapa kasus memang ada strategi transaksi yang bersifat melawan trend (strategi reversal), tapi metode semacam itu memiliki resiko yang besar dan tidak pernah disarankan untuk trader-trader pemula

 

Jangka Waktu Trend

Pergerakan trend mata uang bisa berbeda-beda untuk jangka waktu tertentu. Bisa jadi trend pergerakan harian yang terjadi berbeda dengan trend mingguan ataupun trend jangka panjang. Misalnya trend bulanan menunjukan bearish (turun) akan tetapi trend harian justru bullish (naik). Jika ini terjadi biasanya trend pada jangka yang lebih pendek bukan trend yang sesungguhnya, tapi merupakan koreksi dari trend jangka panjang dan bisa sewaktu-waktu berbalik arah.

Sebaliknya, jika trend harian sesuai dengan trend mingguan, biasanya trend semacam ini cukup kuat dan aman untuk diikuti. Untuk mengetahuinya, kita bisa melihat pada beragam timeframe di chart, dimana H1 mewakili jangka watu per jam, D1 untuk jangka waktu harian, dan W1 untuk mingguan.

 

 


Learning Center
Pemula



Materi Dasar



Advanced